Selasa, 06 Juli 2010

DOA

Hari ini miliki suatu arti penyerahan kepada Tuhan Yesus. Kita harus tetap bergaul intim dengan Tuhan (1 Korintus 2:1-11), Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah. Berarti yang dapat mengerti kehendak Allah adalah bergaul dengan Allah
Roma 8:26,27 ( Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus). Roh itu sendiri yang berdoa kepada Allah, kalau kita bergaul dengan Allah, Allah tahu maksud Roh itu
Belajarlah intim dengan Roh Kudus...
Didalam keputusasaan itu kita menyendiri dan berdoa dan berpuasa, mengambil saat teduh... Tuhan kenapa semua ini terjadi??? ternyata kita harus menjadikan diri kita rata dengan tanah sebagai jembatan, harga diri kita dihancurkan... Yesus telah menjadi jembatan untuk orang berdosa...  pergumulan ini tidak membuat roh kita mati, tetapi kemuliaan Tuhan akan dinyatakan dalam kehidupan kita.
1. Doa dapat di kabulkan apabila sesuai dengan kehendak Tuhan.
2. Doa yang tidak dapat dijawab oleh Tuhan karena hawa nafsu ( Yakobus 4 ), kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu. Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah. Apa yang kita doakan itu hendak kita habiskan dengan hawa nafsu... persahabatan dengan dunia adalah musuh Allah. Simsom...mempunyai kuasa ilahi tapi tidak mempunyai karakter ilahi...
Hidup itu adalah kesempatan, maka jangan kehilangan kesempatan. Doa adalah nafas hidup, maka jika kita tidak berdoa kita telah kehilangan kesempatan mengenal kehendak Allah dalam hidup kita.
3. Doa belum di jawab Tuhan, karena menunggu waktu yang tepat.
Doa itu tidak ada yang instan, kalau mie itu instan, apa-apa serba instan, tapi doa tidak ada yang instan, jika kita mau doa kita lekas dijawab oleh Tuhan belajarlah percaya dan percaya. Hidup kita menjadi berharga dimataNya Tuhan danmenjadi biji mataNya Tuhan. Indah sekali jika kita menjadi biji matanya Tuhan, dan berharga dimatanya Tuhan. Jikalau kita percaya maka kita akan melihat kemuliaan Tuhan. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Seperti peristiwa Lazarus dibangkitkan oleh Tuhan Yesus.
Mari jangan batasi kuasa Tuhan.
Roh Tuhan tidak terbatas, belajarlah percaya...belajarlah percaya...dan selalu mengucap syukur...Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil, diri kita yang terbatas menjadi tidak terbatas...
4. Doa tidak di tolak oleh Tuhan, tetapi Tuhan memberi lebih dari apa yang kita doakan.
Tetapi kita harus belajar supaya aku/kita jangan meninggikan diri tentang hal itu...miliki kerendahan hati. Saat kita mengalami kelemahan dan penderitaan yang membuat kita tidak berdaya, justru itulah didalam kelemahanlah kuasa Tuhan menjadi sempurna, sebab jika aku lemah aku menjadi kuat. Seperti paulus tetap rendah hati, miliki kerendahan hati. Sekuat-kuatnya dan sehebat-hebatnya kita jangan ada yang memegahkan diri... Hanya tuhan yang layak di tinggikan.
Apa yang dikagumi oleh manusia itu dibenci oleh Allah. Jangan terlalu kagum dengan yang ada didalam dunia. Sukacita dalam segala hal, sukacita dalam penderitaan, itu yang menghasilkan produk ilahi, justru ketika kita dihadapkan permasalahan dan penderitaan, saat itulah diuji kedewasaan kita apakah kita tetap sukacita atau tidak  (Efesus 3:20). Arumova (6/06/2010)

Selasa, 11 Mei 2010

TUHAN TIDAK PERNAH LALAI MENEPATI JANJINYA

2 Petrus 3:9 Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.

Janji Tuhan mengenai kedatangan Yesus kedua kali sering menjadi perdebatan dan menjadi bahan olok-olok dari orang yang tidak percaya kepadaNya. Kok, dari dulu sampai sekarang berita tentang kedatanganNya selalu didengung-dengungkan sudah semakin dekat oleh hamba-hamba Tuhan, tetapi keadaan masih saja seperti semula dan tidak ada perubahan. Orang-orang menjadi bertanya-tanya dan ada yang menjadi tidak percaya kepada janji itu, seakan-akan semuanya adalah omong kosong dan hanya halusinasi dari umat Tuhan.

Itu sebabnya Petrus menuliskan surat yang kedua kepada jemaatnya yang menanyakan mengenai bilamana hari Tuhan akan terjadi karena melihat begitu banyak kesimpangsiuran yang terjadi di masyarakat yang menganggap bahwa janji Tuhan akan kedatangan Yesus kedua kali adalah omong kosong dan hanya halusinasi orang-orang percaya. Petrus mengatakan bahwa Tuhan tidak pernah lalai menetapi janjiNya karena Dia masih sabar kepada manusia yang dikehendakiNya supaya tidak ada yang binasa melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat. Petrus menekankan bahwa waktu Tuhan yang begitu singkat tidaklah sama dengan waktu manusia yang begitu panjang (ayat 8), pikiran Tuhan yang tidak terbatas tidaklah sama dengan pikiran manusia yang begitu terbatas, rencana Tuhan yang tidak kita ketahui tidaklah sama dengan rencana yang dibuat manusia (ayat 10) dan janji Tuhan yang setia tidaklah sama dengan janji manusia yang hanya janji gombal belaka (ayat 9).

Memang dalam hal menanti-nantikan kedatangan Yesus kedua kali tidak dapat dilakukan menurut kata hati dan pikiran manusia. Manusia menganggap bahwa waktu berjalan begitu lama dan Yesus belum datang-datang juga. Manusia menganggap bahwa segala sesuatu yang dikatakan oleh firman Tuhan adalah bohong belaka dan tidak akan terjadi. Hal itu menyebabkan adanya kebimbangan di dalam hati umat Tuhan untuk tidak lagi fokus terhadap janji Tuhan dan tidak lagi mau menanti-nantikan kedatangan Yesus kedua kali dengan setia dan taat seperti kisah perumpamaan 5 gadis bijak yang selalu siap sedia menantikan mempelainya dengan cukup persediaan minyak. Umat Tuhan menjadi ragu dan berlaku tidak setia sehingga melakukan hal yang tidak menyenangkan hati Tuhan. Umat Tuhan lupa bahwa hari Tuhan datang menimpa umat manusia pada saat yang tidak diduga. Hari Tuhan datang seperti pencuri di malam hari yang datang ke rumah tanpa diketahui oleh penghuni rumah, sehingga apabila penghuni rumah tidak berjaga-jaga, habislah seisi rumahnya. Kita tidak dapat mengetahui kapan pastinya terjadi akhir jaman dan kapan datangnya Yesus kedua kali untuk menjemput kita orang yang percaya. Tapi satu hal yang pasti, firman Tuhan mengajarkan umatNya untuk selalu berjaga-jaga (1 Tesalonika 5:6), dan dapat melihat tanda-tanda akhir jaman yang telah dikatakan oleh Yesus yang dipersamakan seperti seorang yang melihat tanda-tanda akan datangnya suatu musim dari sebuah pohon (Lukas 21:25-33). Yang perlu diingat adalah bahwa Tuhan tidak pernah lalai dalam menepati janjiNya karena janjiNya seperti fajar yang tiada pernah telambat bersinar di setiap pagi hari. Tuhan hanya menginginkan manusia tidak binasa dan dapat segera bertobat. Seperti yang dikatakan dalam Wahyu 3:3 : “ Karena itu ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah! Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu.” Untuk itu, mari kita selalu setia menanti janji Tuhan itu dan berjaga-jaga dengan selalu setia dan taat akan perkataanNya sehingga kita tidak ditimpa murkaNya pada akhir jaman, karena Tuhan tidak pernah lalai menepati janjiNya. Tuhan Yesus memberkati. Amin.